Inilah Efek Samping Penggunaan Insulin Eksternal bagi Tubuh

Inilah Efek Samping Penggunaan Insulin Eksternal bagi Tubuh

Kamis, 5 November 2020

Insulin merupakan hormon yang bertugas untuk membuat tubuh dapat menggunakan glukosa untuk energi yang dihasilkan oleh pangkreas. Makanan yang mengandung karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh nantinya dipecah menjadi glukosa. Hormon insulin mengambil glukosa dalam darah ke sel sehingga gula darah dalam tubuh tetap terjaga. Tetapi, bagi penderita diabetes, tubuhnya tidak bisa memproduksi insulin atau tubuhnya tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi dengan baik.

Oleh karena itu, mereka perlu mendapat insulin tersebut dari luar tubuh. Namun, tentunya tidak boleh sembarangan dalam menentukan kadar dosis maupun frekuensi pemakaian perhari. Maka sebaiknya sebelum mendapatkan insulin eksternal perlu konsultasi dahulu ke dokter untuk lebih mengetahui pemakaian yang dianjurkan. Melansir dari Halodoc, efek samping dari pemakaian insulin tanpa anjuran dokter dapat mengakibatkan beberapa kondisi kesehatan

Efek Samping Insulin Eksternal bagi Tubuh

1. Kenaikan berat badan awal saat sel mulai mengambil glukosa.

Ketika sel telah ada di batas maksimum glukosa mereka, mereka tidak dapat menyerap lagi glukosa yang tersisa. Maka dari itu, glukosa akan disimpan sebagai glikogen atau lemak

2. Gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia

Suntikan insulin dengan dosis yang terlalu banyak atau waktu yang salah dapat menyebabkan sel dalam tubuh menyerap terlalu banyak glukosa dari dalam darah. Akibatnya tubuh menjadi lemas, sakit kepala, pucat, berkeringat, pandangan kabur, hingga hilang kesadaran

3. Ruam, benjolan, atau pembengkakan di tempat suntikan

Keadaan seperti ini dapat terjadi karena penderita memiliki alergi terhadap suntik insulin yang dapat menyebabkan benjolan di bawah kulit

4. Kecemasan atau depresi
5. Resistensi insulin

Biasanya muncul pada penggunaan jangka panjang karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik, sehingga diperlukan dosis yang lebih besar agar lebih baik dalam menstabilkan gula darah.

 

Karenanya, perlu konsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis untuk menentukan dosis yang pas untuk anda agar meminimalisir efek samping yang bisa terjadi. Jika anda mengalami beberapa kondisi diatas, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

 

Obat Luka Diabetes Herbal tercepat memulihkan luka Bersertifikat BPOM RI dan HALAL MUI

Izin REG BPOM TR 193637051
Halal MUI NO. 171 300 2098 1215

Fakta dan Mitos yang Populer di Kalangan Masyarakat tentang Penyakit Diabetes

Fakta dan Mitos yang Populer di Kalangan Masyarakat tentang Penyakit Diabetes

Rabu, 30 September 2020

Pemahaman yang keliru seiring waktu dapat menggiring opini orang lain atau masyarakat untuk percaya pada sesuatu yang tidak benar tentang suatu hal. Sampai saat ini, masih banyak orang yang masih percaya pada anggapan yang salah tentang penyakit diabetes. Untuk itu, artikel ini dibuat untuk mengedukasi masyarakat dan meluruskan gambaran yang salah yang sudah terlanjur beredar luas di masyarakat dengan tujuan agar orang-orang tidak lagi mudah menelan informasi tanpa ada konfirmasi yang benar terlebih dahulu.

Nah, dibawah ini ada beberapa mitos dan fakta terkait penyakit diabetes yang sering beredar di masyarakat

 

Apa saja itu?

Mitos 1: Gula menyebabkan diabetes

Fakta 1: Gula tidak menyebabkan diabetes. Karbohidrat yang kita makan akan dicerna dan dirubah menjadi glukosa yang menghasilkan energi untuk tubuh. Disini insulin berperan agar energi bisa sampai ke dalam sel. Pada diabetes tipe 1, sel penghasil insulin di rusak oleh sistem imun atau autoimun sehingga gula darah meningkat ke level yang berbahaya. Di sisi lain, pada diabetes tipe 2, tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi oleh tubuh dengan baik. Pola hidup tidak sehatlah yang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan diabetes tipe 2 ini. Jadi, bukan gula sendiri yang menyebabkan diabetes, namun pola hidup yang tidak sehatlah yang menyebabkan penyakit diabetes

 

Mitos 2: Diabetes dapat disembuhkan

Fakta 2: Penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan. Namun, dapat di kontrol agar mencegah risiko komplikasi meningkat. Tentunya dengan pola makan yang sehat, olahraga rutin, dan istirahat yang cukup

 

Mitos 3: Diabetes bukan penyakit mematikan

Fakta 3: 1 dari 11 orang di dunia punya penyakit diabetes. Diabetes diperkirakan menyebabkan 4 juta kematian setiap tahunnya di seluruh dunia. Di indonesia sendiri sebanyak kurang lebih 21 juta jiwa memiliki penyakit diabetes yang menempatkan indonesia di peringkat ke-6 sebagai negara dengan penyakit diabetes terbanyak di dunia. Disamping itu, diabetes juga berperan dalam banyak komplikasi penyakit mematikan seperti jantung, stroke, dan gagal ginjal. Dari pemaparan diatas, kita tau bahwa diabetes bukan penyakit biasa yang bisa kita anggap remeh

 

Mitos 4: Penyandang diabetes tidak dapat menyumbangkan darah

Fakta 4: Anda bisa dan berhak mendonorkan darah walaupun anda memiliki penyakit diabetes tipe 1 maupun 2, selama diabetes anda terkendali dan gula darah anda dalam batas normal. Jadi, jangan ragu untuk mendonorkan darah anda kepada sesama

 

Mitos 5: Diabetes hanya diderita oleh orang dewasa dan lansia

Fakta 5: Mungkin kita sering mendengar kalimat ini keluar dari mulut seseorang. Tetapi, faktanya adalah diabetes dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. selain penyebab dari genetik, diabetes juga disebabkan oleh pola hidup tidak sehat. Oleh karena itu, mulai dari sekarang, yuk ubah pola hidup kita ke arah yang lebih sehat

 

Itulah mitos yang sering kita dengar tentang diabetes. Setelah mengetahui faktanya, mudah-mudahan akan merubah persepsi anda terkait hal-hal tidak benar diatas. Anda juga dapat menyebarkan artikel ini untuk mengedukasi lebih banyak orang di indonesia

Obat Luka Diabetes Herbal tercepat memulihkan luka Bersertifikat BPOM RI dan HALAL MUI

Izin REG BPOM TR 193637051
Halal MUI NO. 171 300 2098 1215

Apa Itu Diabetes Melitus?

Apa Itu Diabetes Melitus?

Sabtu, 17 Oktober 2020

Diabetes merupakan penyakit yang terjadi saat gula darah dalam tubuh seseorang terlalu tinggi. Seseorang dikatakan memiliki gula darah tinggi jika gula darahnya mencapai lebih dari 200 mg/dl atau 11 mmol/L. Pada tubuh seseorang terdapat hormon insulin yang dapat mengatur atau menjaga gula darah dengan cara mengambil glukosa yang ada dalam darah ke dalam sel untuk dipakai sebagai energi. Pada penderita diabetes, tubuh memproduksi insulin jauh lebih sedikit dari yang dibutuhkan tubuh atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang di produksi tubuh dengan baik. Akibatnya, gula akan terus berada di dalam darah dan tidak dapat disalurkan ke dalam sel karena tidak adanya peran serta dari insulin.

Dalam waktu yang lama, gula yang berlebih dalam darah dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius jika tidak ditangani dengan baik dan cepat. Penyakit yang dapat terjadi diantaranya seperti:

  1. Penyakit kardiovaskuler, seperti gangguan pernafasan dan jantung
  2. Gagal ginjal
  3. Kerusakan pada pembulu darah
  4. Gangguan pada tulang dan sendi
  5. Kerusakan saraf dan infeksi pada kaki

Tipe-tipe diabetes

Secara umum, terdapat 3 tipe diabetes yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional.

1. Diabetes tipe 1

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang memiliki penyakit diabetes tipe 1 ini. Salah satunya yaitu faktor keluarga dan keturunan karena berhubungan dengan gen tertentu.

Pada penderita diabetes tipe 1, sistem imun menyerang dan menghancurkan sel (autoimun) pada pangkreas yang memproduksi hormon insulin yang berakibat tubuh tidak lagi dapat menghasilkan hormon yang sangat penting bagi tubuh. Oleh karena itu, pada penderita diabetes tipe ini harus bergantung pada pemberian insulin setiap hari dengan cara disuntikkan pada lapisan bawah kulit untuk bisa bertahan hidup, Tipe ini bisa diderita oleh segala umur, meskipun penyakit ini terdeteksi paling banyak pada usia anak-anak.

2. Diabetes tipe 2

Pada diabetes tipe 2, tubuh tidak dapat menggunakan hormon yang diproduksi oleh tubuh dengan baik yang umumnya disebabkan oleh resistensi insulin. Tipe ini terjadi paling sering pada usia lanjut. Tipe ini merupakan tipe paling umum dari penyakit diabetes. Sekitar 90-95 persen kasus diabetes pada orang dewasa adalah tipe 2.

Beberapa penyebab orang terkena diabetes tipe 2 karena pola hidup yang tidak sehat seperti obesitas dan jarang olahraga. Walaupun riwayat penyakit diabetes tipe 2 dalam keluarga dapat menjadi faktor penyebab diabetes tipe ini

3. Diabetes gestasional

Diabetes tipe ini terjadi pada beberapa wanita saat mereka sedang hamil. Sering kali, diabetes tipe ini akan hilang setelah bayi lahir. Namun, bagi mereka yang pernah memiliki diabetes gestasional, mereka kemungkinan tinggi akan memiliki penyakit diabetes tipe 2 suatu hari nanti.

 

Sampai saat ini penyakit diabetes belum bisa disembuhkan secara total, tetapi kita mengambil langkah untuk dapat mengontrol diabetes. Pola hidup yang sehat adalah cara terbaik untuk mencegah atau mengontrol diabetes. Tentu, perlu komitmen yang kuat untuk menerapkan hidup sehat agar kesehatan tetap terjaga.

Obat Luka Diabetes Herbal tercepat memulihkan luka Bersertifikat BPOM RI dan HALAL MUI

Izin REG BPOM TR 193637051
Halal MUI NO. 171 300 2098 1215

Inovasi Obat Luka Berbahan Herbal

Inovasi Obat Luka Berbahan Herbal

Rabu, 14 Oktober 2020

Greenzone Herbal bersama PT. Biocon Natural Indonesia mengumumkan peluncuran produk herbal obat luka secara umum dan luka diabetes. Obat herbal ini diakui bisa mempercepat memulihkan luka.

“Produk obat herbal ini bisa memulihkan penyakit luka karena diabetes,” kata salah satu Founder Biokatan, Lutfi Miza dalam keterangannya, Sabtu.

Menurut Lutfi pengguna langsung maupun tidak langsung dimungkinkan untuk menjadi mitra sebagai manfaat lain untuk bisnis mereka yang telah merasakan manfaat biokatan.

Ia menyebutkan Biokatan adalah obat tradisonal dari tanaman yang telah digunakan sejak lama secara turun temurun.

“Biokatan dibuat saat saya resah terhadap ibu saya yang luka tak kunjung sembuh dan mogok tidak mau lagi ke rumah sakit. Sedang Biokatan sudah teliti sejak tahun 2011,” ucap sang founder.

Sementara itu, dr. Ratnaningsih yang menjadi dalam acara peluncuran tersebut mengatakan bahwa salah satu komplikasi yang harus diperhatikan adalah kulit.

“Karna penderita diabetes kulitnya kering dan rentan luka,” kata Ratnaningsih.

Sementara itu, peneliti LIPI Dr. Andrianopsyah Mas Jaya Putra mengatakan bahwa penelitian obat bahan alam asli Indonesia sebagai obat luka sudah banyak dilakukan.

“Apa yang kita saksikan hari ini adalah sebuh produk inovasi pemanfaatan bahan alam sebagai obat luka, diabetes khususnya. Pengobatan dengan biokatan, luka mengalami perkembangan yang cukup pesat,” kata dia.

Bukti bahwa obat itu bisa menyembuhkan luka diabetes dengan cepat dirasakan beberapa masyarakat, seperti Faruq Bawazir.

Ia merasakan obat biokatan setelah mengkonsumsi luka diabetes sudah membaik, meski gula darahnya masih tinggi.

Lalu, Dian seorang perawat yang telah menggunakan biokatan untuk pasien yang datang ke klinik pribadinya di Yogyakarta dan Magelang.

Lalu juga Hermawan pemilik klinik perawatan luka di bilangan Indramayu dan Brebes Jawa Tengah.

Agus seorang pebisnis, telah berkomitmen akan memasarkan biokatan di seluruh jaringan yang dimilikinya di Jawa Tengah.

Sumber: Antara News

Obat Luka Diabetes Herbal tercepat memulihkan luka Bersertifikat BPOM RI dan HALAL MUI

Izin REG BPOM TR 193637051
Halal MUI NO. 171 300 2098 1215

Biokatan Hadir Sebagai Solusi untuk Obat Herbal Luka Diabetes

Biokatan Hadir Sebagai Solusi untuk Obat Herbal Luka Diabetes

Sabtu, 10 Oktober 2020

Bagi penderita diabetes kini telah hadir salah satu obat herbal biocatan produksi CV. Greenzone Herbal bersama PT. Biocon Natural Indonesia yang secara resmi mengumumkan peluncuran produk herbal tersebut.

Salah satu Founder Lutfi Miza mengatakan produk ini selain diakui bisa mempercepat dan memulihkan diabetes, produk ini juga bisa menyembuhkan luka.

“Produk obat herbal ini bisa memulihkan penyakit luka karena diabetes,” kata Lutfi Miza melalui keterangan yang diterima. Sabtu (20/6).

Bukti bahwa obat itu bisa menyembuhkan luka diabetes dengan cepat dirasakan beberapa orang, seperti Faruq Bawazir.

Ia merasakan obat biokatan setelah mengkonsumsi luka diabetes sudah membaik, meski gula darahnya masih tinggi.

Lalu, Dian seorang perawat yang telah menggunakan biokatan untuk pasien yang datang ke klinik pribadinya di Yogyakarta dan Magelang.

Lalu juga Hermawan pemilik klinik perawatan luka di bilangan Indramayu dan Brebes Jawa Tengah.

Agus seorang pebisnis, telah berkomitmen akan memasarkan biokatan di seluruh jaringan yang dimilikinya di Jawa Tengah.

Bahkan juga Aladin akan memasarkan melalui pasar online miliknya.

“Pengguna langsung maupun tidak langsung dimungkinkan untuk menjadi mitra sebagai manfaat lain untuk bisnis mereka yang telah merasakan manfaat biokatan, ” kata Lutfi Miza.

Ia menyebutkan Biokatan adalah obat tradisonal dari tanaman yang telah digunakan sejak lama secara turun temurun.

“Biokatan dibuat saat saya mengaku resah terhadap ibu saya yang luka tak kunjung sembuh dan mogok tidak mau lagi ke rumah sakit. Sedang Biokatan sudah teliti sejak tahun 2011,” ucap sang founder.

Sementara itu, Dr. Ratnaningsih yang menjadi dalam acara peluncuran tersebut mengatakan bahwa salah satu komplikasi yang harus diperhatikan adalah kulit.

“Karna penderita diabetes kulitnya kering dan rentan luka, ” ucap Ratnaningsih.

Sementara itu, peneliti LIPI DR. Andrianopsyah Mas Jaya Putra mengatakan bahwa penelitian obat bahan alam asli Indonesia sebagai obat luka sudah banyak dilakukan.

“Apa yang kita saksikan hari ini adalah sebuh produk inovasi pemanfaatan bahan alam sebagai obat luka, diabetes khususnya.
Pengobatan dengan biokatan, luka mengalami perkembangan yang cukup pesat.” kata dia.

Sumber: Depok News

Obat Luka Diabetes Herbal tercepat memulihkan luka Bersertifikat BPOM RI dan HALAL MUI

Izin REG BPOM TR 193637051
Halal MUI NO. 171 300 2098 1215

Cara Merawat Luka Diabetes dari Rumah

Cara Merawat Luka Diabetes dari Rumah

Selasa, 29 September 2020

Berbeda dengan luka biasa, luka pada penderita diabetes memiliki masa penyembuhan yang lebih lama. Jika tidak ditangani dengan cepat, luka diabetes dapat menyebar hingga berakhir dengan amputasi. Bagaimana cara merawat luka diabetes?

Penyebab lamanya luka diabetes untuk sembuh adalah kadar gula darah di dalam tubuh yang terlalu tinggi. Hal tersebut merusak saraf, menurunkan sistem kekebalan tubuh, dan menyebabkan sirkulasi darah memburuk, sehingga menghambat proses perbaikan jaringan tubuh yang mengalami kerusakan.

Akibatnya, luka pada penderita diabetes akan tetap terbuka, basah, dan susah disembuhkan. Luka yang yang tak kunjung sembuh menyebabkan penderita diabetes lebih rentan terserang infeksi jamur, infeksi bakteri, dan gangrene.

Bagaimana Cara Merawat Luka Diabetes dari Rumah?

Guna mencegah risiko luka yang semakin parah, maka lakukanlah beberapa cara merawat luka diabetes dari rumah, berikut ini.

  • Bersihkan luka
    Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk merawat luka diabetes adalah membersihkan luka dengan segera. Anda bisa membersihkan luka dengan menggunakan air mengalir dan sabun. Setelah itu, keringkan dan oleskan salep antibiotik yang direkomendasikan dokter agar luka terbebas dari kuman. Jangan lupa untuk rutin mengganti pembalut luka agar tidak kondisi luka terjaga kebersihannya.

  • Kurangi tekanan pada luka
    Hindari memberikan tekanan pada daerah luka, misalnya dengan tidak mengenakan pakaian ketat. Berkurangnya tekanan memungkinkan luka tidak bertambah parah dan lebih cepat sembuh. Jika luka terdapat di telapak kaki, sebaiknya gunakan bantalan yang empuk atau alas kaki khusus agar tidak memperberat kerusakan akibat luka diabetes.

  • Perhatikan tanda-tanda infeksi
    Infeksi pada luka diebetes terjadi bukan tanpa gejala. Gejala-gejalanya bisa berupa timbul demam, rasa sakit, kemerahan, pembengkakan atau terasa hangat di sekitar luka. Selain tanda-tanda di atas, infeksi juga bisa ditandai dengan luka yang berair, bernanah, disertai bau tidak sedap. Semakin cepat mengenali gejala, semakin dini pula cara merawat luka diabetes bisa dilakukan.

  • Penuhi asupan makanan
    Untuk mempercepat proses penyembuhan luka, Anda juga dianjurkan untuk memerhatikan asupan nutrisi harian. Salah satu nutrisi penting yang harus dipenuhi sehari-sehari untuk merawat luka diabetes adalah protein. Protein diketahui dapat membantu memperbaiki jaringan kulit dan jaringan tubuh lainnya yang mengalami kerusakan. Kebutuhan kalori, lemak, serat, vitamin dan mineral, seperti zinc dan vitamin C, juga penting untuk tercukupi.
 
  • Kontrol kadar gula darah
    Kadar gula darah yang tidak terkendali akan mempersulit proses penyembuhan luka. Karena itu, penting untuk terus mengontrol kadar gula darah dengan pola makan sehat untuk diabetes, olahraga, obat antidiabetes, hingga suntikan insulin jika diperlukan. Anda dapat berkonsultasi ke dokter lebih lanjut untuk mengontrol kadar gula darah.
 
  • Hubungi dokter
    Jika luka diabetes tidak membaik dalam waktu 48 jam, atau muncul borok yang semakin banyak maka disarankan untuk segera menghubungi dokter. Jika hal ini tidak segera dilakukan, maka luka akan bertambah parah sehingga sulit untuk ditangani.

Mencegah Munculnya Luka Baru pada Penderita Diabetes

Beberapa tindakan pencegahan luka pada penderita diabetes, meliputi:

  • Potong kuku Anda dengan hati-hati
    Jika Anda menderita penyakit diabetes maka berhati-hatilah dalam memotong kuku, terlebih bagi Anda yang sudah pernah mengalami luka di kaki sebelumnya. Cara merawat luka diabetes ini bertujuan mencegah cedera yang mungkin bisa terjadi saat Anda memotong kuku. Bila Anda kesulitan dalam memotong kuku, jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada orang lain.

  • Rutin periksa kaki Anda setiap hari
    Penderita diabetes biasanya akan mengalami mati rasa pada bagian kakinya. Setelah beraktivitas maupun menggunakan sepatu, sebaiknya selalu periksa kaki dan telapak kaki Anda. Hal ini dilakukan guna menghindari luka kecil, kemerahan, dan bengkak yang tidak Anda sadari. Selain itu, biasakan juga untuk mencuci kaki dan segera keringkan agar kaki selalu dalam keadaan bersih.

  • Kenakan alas kaki yang nyaman
    Guna mencegah munculnya luka pada kaki, Anda disarankan untuk selalu mengenakan alas kaki ketika berada di dalam ataupun di luar ruangan. Selain itu, pilihlah alas kaki yang nyaman dan memiliki bantalan untuk tumit. Hindari pula mengenakan alas kaki yang terlalu ketat dan keras karena hanya akan membuat kaki Anda terluka.

  • Jangan merokok
    Bila Anda memiliki riwayat penyakit diabetes, maka disarankan untuk berhenti merokok. Rokok membuat sirkulasi darah menjadi terhambat dan mengurangi jumlah oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, luka yang Anda miliki akan bertambah parah dan proses penyembuhannya pun menjadi lebih lambat.

  • Rutin periksa ke dokter
    Jangan lupa untuk rutin memeriksakan kaki dan anggota tubuh lainnya ke dokter untuk merawat luka diabetes. Dokter dapat memeriksa adanya tanda-tanda awal kerusakan saraf, sirkulasi darah yang buruk, atau luka yang terinfeksi, sehingga penanganan awal dapat diberikan.

Bila Anda memiliki riwayat diabetes dan luka yang tidak kunjung sembuh di kaki, maka segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan merawat luka diabetes yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian | Source Link: alodokter

Obat Luka Diabetes Herbal tercepat memulihkan luka Bersertifikat BPOM RI dan HALAL MUI

Izin REG BPOM TR 193637051
Halal MUI NO. 171 300 2098 1215